Rabu, 23 November 2011

Resensi Novel 24 Wajah Billy

(Judul : 24 Wajah Billy, Peresensi: Divin Nahb, Penulis : Daniel Keyes, Penerbit : Qanita, Halaman: 665 halaman)
William Stanley Milligan atau dikenal sebagai Billy atau Bill kehilangan waktunya selama enam tahun. Dan, selama masa waktu tersebut beberapa orang mengambil alih tubuhnya. Dia dibuat tidur bukan karena tanpa sebab. Semua akibat tekanan yang Billy rasakan pada dirinya sendiri. Dia merasa sangat kacau dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan sehingga dia memutuskan bunuh diri. Untunglah, saat itu Ragen muncul. Bersama Artur, Ragen menyetujui untuk membuat Billy tidak sadarkan diri.
Percayakah anda bahwa dalam dunia ini ada kasus yang menyangkut ruang lingkup psikologi yang menitikberatkan pada multi kepribadian? Jika tidak, maka tengoklah sekilas kisah 24 wajah Billy. Laki-laki kelahiran 1955 menghabiskan hidupnya untuk berbagi tempat dengan 23 orang lainnya dalam tubuhnya. Mereka tentu saja memiliki kepribadian yang berbeda. Mereka pun sangat ahli dalam beberapa bidang.
Artur berkebangsaan Inggris yang pintar dalam biologi dan kedokteran, namun memiliki pembawaan angkuh. Regan dari Yugoslavia yang memiliki kekuatan luar biasa untuk melindungi semua “keluarga”. Allen, si pandai bicara dan pelukis wajah. Tommy yang pintar dalam segala elektronik dan mampu melepaskan diri dari segala macam kunci dan ikatan simpul. Danny, si anak penakut. David, si penanggung nyeri. Christine anak termuda. Chistopher yang penurut. Adalana, si wanita lesbian. Philip dan Kevin, dua anak yang kerap membuat masalah. Walter, si pemburu binatang. April yang terobsebsi membunuh ayah tiri Billy. Samuel beragama Yahudi. Mark yang hanya seperti zombie. Steve, si peniru gelagat orang yang akhirnya menjadi si pemarah. Lee yang suka sekali mengolok-olok orang. Jason yang kerap teriak-teriak. Robert yang senang mengkhayal. Swan, si tunarungu. Timothy yang bekerja di toko bunga. Dan, terakhir adalah Sang Guru yang akhirnya datang setelah Billy menyadari tubuhnya didiami banyak orang.
Sebagai manusia normal, tentu kita akan bertanya-tanya mengapa kita melakukan sesuatu namun tidak pernah kita sadari? Dan, ketika hal tersebut berlangsung begitu lama, yang terjadi dalam diri adalah bahwa kita merasa gila dan tidak mengenal dunia sama sekali. Lalu, keputusan bunuh diri adalah jalan satu-satunya karena dalam keadaan seperti itu solusi tidak mampu dipecahkan. Jiwa terguncang dan kematian menyambut.
Tanpa disadari Billy, dirinya telah melakukan banyak tindak kejahatan karena tokoh-tokoh yang ada dalam dirinya. Billy menjadi takut, apalagi tuduhan terakhir yang nantinya akan membawa dirinya berkenalan dengan tokoh lainnya disebabkan karena 3 kasus pemerkosaan yang juga harus ditanggung olehnya. Betapa mengejutkan bagi Billy bahwa dirinya mendapat kasus berat dalam hidup. Dan tentu penjara adalah jawaban untuk kasunya ini.
Satu persatu psikiater berdatangan untuk memeriksanya sehingga mereka tau bahwa dalam diri Billy Milligan memang terdapat banyak orang. Awalnya yang diketahui adalah sepuluh orang, termasuk Billy. Mereka berlainan karakter dan membuat banyak orang tercengang. Pengacara dan penuntut Billy pun takjub melihat kenyataan yang ditunjukkan Billy Milligan. Keputusan awal pun membawa Billy ke rumah sakit Harding hingga Billy mampu didakwa atas tindak pelanggaran hukumnya di pengadilan kelak.
Di bawah pimpinan, Dr. George Harding, Jr. Billy dirawat hingga beberapa tokoh terfusi dalam dirinya. Billy menjadi sosok yang lebih kuat dari sebelumnya dan mampu menghadiri persidangan. Tapi, demi penyembuhannya, Gary Schweickart dan Judy Stevenson berusaha keras untuk memasukkan Billy ke rumah sakit, bukannya ke penjara. Dan, memang yang diinginkan kedua pembela publik tersebut dikabulkan. Athens Mental Health Center yang dipimpin Dr. David Caul membantu Billy dalam penyembuhan, meskipun tidak berhasil sempurna. Namun, di sanalah kisah Billy terkuak dan juga Billy bisa melihat dirinya yang lain lewat rekaman video. Kala itu, tentu saja Billy tidak percaya bahwa dirinya mampu menjadi diri yang berbeda. Dari aksen bicara, bahasa tubuh, serta pembawaan.
Billy menerima kenyataan bahwa dirinya memang multi kepribadian. Tapi, Billy memutuskan untuk membuat kisah hidupnya menjadi sebuah buku agar menjadi sebuah pelajaran berharga bagi beberapa orang tua yang bertindak jahat pada anak-anak mereka. Daniel Keyes sebagai penulis ditunjuk sebagai orang yang nantinya memaparkan bagaimana kisah hidup Billy Milligan dan beberapa orang yang ada dalam kehidupannya. Namun, bagaimana dia akan memulai jika tokoh dalam diri Billy hanya menyampaikan serpihan-serpihan ingatan yang mereka miliki.
Sang Guru pun muncul. Dia adalah sosok Billy utuh. Wujud kedua puluh tiga sosok alter ego yang sudah terfusi. Dia cerdas, peka, humoris, dan sangat bijaksana. Dialah yang mengajarkan semua tokoh tentang beberapa keahlian dan dialah yang mampu menceritakan semua kisah yang dialami 23 tokoh dalam satu tubuh itu. Bahwa semua tokoh itu muncul ketika Billy kecil merasa kesepian dan semakin bertambah banyak ketika ayah tirinya Chalmer Milligan melakukan kejahatan fisik dan seksual.
Kasus Billy Milligan yang menjadi sorotan tajam selalu diangkat hingga menjadi besar. Belum lagi akibat tindak kejahatan lainnya sebelum kasus pemerkosaan ini menguak yang dilakukan beberapa tokoh dalam diri Billy Milligan. Hingga akhirnya, dalam persidangan, Billy Milligan dimasukkan ke dalam Lima State Hospital for the Criminally Insane. Sebuah rumah sakit yang sungguh mirip dengan penjara. Begitu juga ketika dirinya dipindahkan ke Dayton Forensic Center. Karena ketertekanan yang sangat luar biasa, Billy Milligan pun terpecah kembali. Malah, Billy mengalami masa yang lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya. Dan, satu persatu tokoh-tokoh kuat dalam tubuh Billy Milligan pun tampak pasrah dan bahkan menginginkan kematian. Saat itu, Sang Guru tidak ada.
Hingga buku ini diselesaikan oleh Daniel Keyes, banyak kejadian yang dialami Billy Milligan. Sang Guru menikah dengan Tanda, seorang adik perempuan dari salah satu penghuni Dayton Forensic Center. Sayangnya, karena ketertekanan, Tanda kabur dan dia membawa mobil dan semua uang yang dimiliki Billy. Hal tersebut, membuat semua tokoh dalam diri Billy Milligan kesal, namun akhirnya mereka menerima hal tersebut. Selain pernikahan, Billy Milligan masuk kembali ke Athens untuk penyembuhan dirinya di bawah terapi Dr. David Caul.
Yang unik dalam kisah Billy Milligan adalah ketika dirinya memutuskan untuk hidup sendiri dalam apartemen, bukan berarti dia hidup sendiri. Karena satu tubuhnya mewakili beberapa orang. Dewasa, anak-anak, laki-laki, maupun perempuan mendiami apartemen itu, meski yang dilihat orang adalah dia hidup sendiri. Mencengangkan, namun kisah yang mengasikkan dan pembelajaran yang berharga.

2 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More